SEJARAH PERMUSUHAN PASOEPATI VS BRAJAMUSTI
awal mula permusuhan brajamusti pasoepati dan aremania
selamat membaca
admin A.A
HOOLIGANS YK
met bloed zweet en traanen
ARTIKEL
4 JUNI 2000
Sore itu pertandingan Liga Indonesia anatara PSIM vs Pelita Solo, bertepatan dengan hari minggu. Hari itu,hari yang bersejarah bertemunya kembali Pendukung PSIM dengan Pendukung Pelita Solo, setelah pasca bentrok hebat antara PSIM vs arseto di sriwedari solo,15 april 1998. surat kabar harian KEDAULATAN RAKYAT yang terbit pada Sabtu, 3 Juni 2000, diberitakan bahwa jumlah Pasoepati yang hadir ke Yogyakarta diperkirakan berjumlah 10.000 orang. Mereka akan berangkat secara serentak dari Solo yang sebagian besar menggunakan bus, ditambah kendaraan pribadi dan sepeda motor. Bisa dibayangkan bagaimana keadaan Mandala krida ,suporter tamu membawa 10.000 penonton, padahal kapasitas mandala cuma 15.000, belum ditambah pendukung PSIM sendiri. Sekitar pukul 12:00 wib, Rombongan Pasoepati 95 bus, beberapa truk, mobil pribadi dan sepeda motor berangkat secara konvoi dipimpin ketua rombongan sekaligus Presiden Pasoepati, Mayor Haristanto. Pasoepati memenuhi Mandala seluruh di tribun terbuka, suporter PSIM yang tergabung dalam Paguyuban Tresno Laskar Mataram hanya ada di bagian selatan tribun tertutup. Perang batu di mulai,di sebelah selatan pojok tribun terbuka antara Pasoepati dan Pendukung PSIM. Suporter PSIM mulai melempari batu dari luar stadion bagian selatan, dan sebagian kecil melawan di dalam stadion sebelah selatan. Diakui kekuatan Pasoepati yang 10.000 orang tidak sebanding dengan kekuatan Suporter PSIM yang hanya 2000an. .Laskar "Hooligans Gayam" dan laskar lainnya terlihat perlawanan dibagian selatan tribun terbuka dan tertutup. .Dari luar stadion pendukung PSIM ada yang melempari pasoepati dengan Bom Molotov. Situasi Mandala bener-bener chaos, Pendukung PSIM yang sedikit mulai dibantu warga melawan Pasoepati di mandala. Mendapat serangan dari arah luar stadion lemparan batu melayang bertubi-tubi ke tribun Pasoepati. Sontak saja, peristiwa itu membuat Pasoepati mencari perlindungan dengan terpaksa harus turun dari tribun dan merengsek masuk ke dalam lapangan. Diluar Stadion, kendaraan pasoepati banyak yang rusak...terlihat Jeep terbakar kena molotov, dan bus-bus pecah kacanya. Suporter Pasoepati mulai menyerang masuk ke lapangan,..Brimob turun ke lapangan sambil mengeluarkan tembakan peringatan, sehingga pasoepati mundur kembali. Laskar Jlagran terlihat melempar mercon bantingan ke arah suporter pasoepati. banyak Pasoepati yang lain juga terluka terkena lemparan batu. Insiden saling lempar dan kejar-mengejar antar suporter di bawah gerimis hujan tersebut terjadi berulang kali. Diluar stadion , rata-rata kendaraan pasoepati hancur.dan ada bus yang dibakar. Banyak pertanyaan mengapa suporter PSIM sedikit datang ke mandala pada waktu itu, karena PSIM sudah pasti degradasi,.Pendukung PSIM yang hadir adalah yang memang-memang benar-benar militan dan ingin bertemu dengan "PASOEPATI".
Diluar stadion warga kampung sanggrahan juga melakukan perlawanan, terlihat banyak genteng yang rusak. Pasoepati terkurung di dalam mandala lebih 3 jam.Sekitar pukul 7 malam, massa yang merupakan ribuan suporter Pasoepati baru berhasil mendapatkan pengawalan ketat oleh petugas kepolisian untuk digiring keluar dari dalam stadion sekaligus dikawal untuk segera meninggalkan kota Yogya. Di belakang asrama mahasiswa UGM, Darma Putra, terlihat suporter PSIM terlihat perang batu dengan aparat kepolisian.
Dengan Bonek ,suporter PSIM bisa berdamai , bersaudara walau mempunyai sejarah yang kelam dan panjang,dengan pasoepati ? jawab masing-masing di hati kita. Kami menceritakan disini bukan mengangap bahwa dulu Pendukung PSIM jago tawuran, namun ingin menceritakan betapa solid dan militannya Pendukung PSIM pada waktu itu, bendera yang kita kibarkan cuma satu, "BENDERA PUTIH BIRU PSIM". Pertandingan tunda PSIM vs Pelita Solo di lanjutkan pada pagi harinya, saya lupa skornya berapa, kalo gak salah 2-1 untuk PSIM, sehingga memperpanjang rekor ''PELITA BELUM PERNAH MENANG DI JOGJA'..
14 FEBRUARI 1999
Sepertinya sudah jadi tradisi kalo setiap bulan februari, muda mudi seluruh dunia merayakan hari kasih sayang utowo valentine day. Tapi 14 Februari 1999 di Jogja bukan suasana Valentinan tapi suasana mencekam dimandala krida. Sore itu lanjutan Liga Indonesia V (LIGINA) mempertemukan PSIM vs AREMA di mandala krida, Yogyakarta. Aremania datang Sekitar 30-an BIS memenuhi TRibun Selatan dan pojok Tribun Terbuka. Aremania begitu kompak , mereka bernyanyi lagu2 khas Aremania dengan gerak dan lagu - selama mengantri masuk ke stadion Mandala krida. Suporter PSIM kurang bisa menerima keberadaan arema.Bagi Arema Pertandingan sangat seru karena partai itu adalah pertandingan penentuan untuk maju ke babak berikutnya. Seorang pemain cadangan arema yang bertubuh biasa sambil berlari bisa memukul rubuh seorang official PSIM yang bertubuh tinggi besar dengan sekali pukul,suasana makin panas. Beberapa pemain saling mendorong, tidak disangka dari sisi timur stadion, seorang suporter PSIM masuk kelapangan dan memukul pemain arema. Dimulailah sebuah perkelahian saat suporter arema juga turun lapangan dan saling serang dengan suporter PSIM di tribun terbuka bagian selatan. Seorang suporter PSIM berhasil mengambil bendera kebesaran Arema, yaitu bendera dengan gambar kepala singa dan kemudian membakarnya, suasana makin panas.
Keributan antar pemain akibat kekurangtegasan wasit memicu amarah para penonton. Pertandingan sempat dihentikan beberapa kali. Pertandingan berhenti beberapa kali dan dilanjutkan malamnya,..sampai selesai sekitar pukul 9 malam. Seorang Asisten Wasit Udin Subarkah di pukul Pemain Arema. Pertandingan berakhir dengan SKor 0-0, Aparat lalu mengusir suporter PSIM keluar stadion, alhasil Aremania terkurung dalam kelaparan dan kegelapan Stadion Mandala Krida yang mulai dipadamkan lampunya. Beberapa Suporter PSIM masih menyerang dari luar lapangan dengan ketapel dan batu,walau suasana gelap gulita.Stadion Mandala Krida yang mulai dipadamkan lampunya. Ditambah dengan hujan batu ketapel dan lemparan tangan dari luar stadion menambah suasana makin mencekam.Di luar stadion, suporter PSIM semakin menggila, sebuah bus(milik Aremania atau pemain Arema) dibakar massa di halaman stadion. Seorang suporter arema tergeletek di luar stadion mungkin kena lemparan batu. Aparat kepolisian kewalahan menangani kerusuhan tersebut malam-malam ada polisi yang masuk-masuk kampung melarang masyarakat keluar rumah hingga situasi aman. Kampung-kampung sekitar mandala tetap mencekam .semaki, gayam, Kebonan, baciro, sanggrahan..warga ada yang siap di mulu-mulut gang.Motor pada sliweran seputaran mandala. Akhirnya Sri Sultan HB X pun turun tangan meredakan emosi warga, serta memberi makan nasi bungkus kepada Aremania yang masih terkurung di dalam stadion. Adzan subuh berkumandang,suporter PSIM sebagian besar sudah pulang ke rumahnya masing-masing, sektor mandala hanya dipenuhi oleh pihak aparat keamanan. Secara bertahap aremania diangkut truk TNI. Beberapa aremania yang beruntung bisa masuk bis mendapat kawalan ketat sepanjang perjalanan. Beberapa Aremania akhirnya dipulangkan dengan sisa bus yang ada dan beberapa truk polisi hingga stasiun prambanan. Aremania sempat membobol Gudang Alat Olah Raga milik PASI di mandaka krida dan membawa barang-barang tersebut. Sebelum meninggalkan Mandala krida, arema merusak rumput stadion dengan pacul, menuliskan tulisan "AREMA" di rumput stadion. Sampai sekarang suporter PSIM belum pernah bertemu lagi dengan suporter Arema,meski sekitar tahun 2006/07 pernah bertemu,tetapi sepakat tidak saling mengirimkan suporter. Setelah Adzan Shubuh suasana kembali tenang. warga jogja pulang ke rumah, aremania diungsikan oleh TNI.
TRAGEDI KANDANG MENJANGAN
Pada hari Rabu (15 april 98) dilangsungkan pertandingan sepakbola di Solo,antara PSIM Yogyakarta dengan ARSETO - Solo. Keributan antar suportermenjadi seru gara-gara ada gejala lempar batu antar Suporter. Seorang pemain PSIM yang sedang pemanasan (akan menjadi pengganti) kena lemparan batu di kepalanya, pingsan cukup lama.Suporter PSIM yang dibagian pojok selatan Stadion Sriwedari tidak terima. Suporter PSIM kemudian mendobrak pagar pembatas untuk masuk lapangan, tetapi dicegah aparat keamanan dari Polisi Anti huru-hara, lengkap dengan tamengnya. Para Suporter PSIM bersatu berhasil menjebol pagar pembatas Stadion Sriwedari,para aparat keamanan tambah berdatangan di tribun pojok selatan . Pertandingan terus berjalan,Suporter Arseto Solo melempari pendukung PSIM dari luar stadion Sriwedari menggunakan batu.Pendukung PSIM balas membalas lemparan batu tersebut. Kekuatan Suporter PSIM pada waktu itu sekitar 36 Bus "ASPADA" ditambah mobil pribadi dan motor pribadi. Pendukung PSIM menuju Stadion Sriwedari Solo dikawal Polisi menggunakan Mobil Sedan Vorrider didepan. Pertandingan dimenangkan ARSETO Solo dengan Skor 1-0 atas GOL yang dicetak Miro Baldo Bento Menit ke – 9. Selesai Pertandingan suasana Stadion Sriwedari masih mencekam,pendukung PSIM masih tertahan di dalam stadion. Selesai Pertandingan suasana Stadion Sriwedari masih mencekam,pendukung PSIM masih tertahan di dalam stadion. Pendukung ARSETO bersembunyi di gang kampung sambil melempari batu pendukung PSIM. Pendukung PSIM berhasil keluar stadion Sriwedari,bangku bus ditaruh dikaca untuk melindungi dari lemparan Pendukung ARSETO. Melewati Jalan Slamet Riyadi sambutan hangat dari pendukung ARSETO masih terlihat lemparan batu ke arah bus pendukung PSIM.Sesekali Pendukung PSIM turun dari bus membalas lemparan tersebut.Sampai ada yang nekat mengejar masuk gang di Jalan Slamet Riyadi. Jalan Slamet Riyadi sangat mencekam malam itu,..Pendukung PSIM sudah siap dengan batu di kendaraan masing-masing. Saling melempar silih berganti.Ada petugas keamanan dari TNI menggunakan sepeda motor Honda GL-100 ikut mengamankan BUS pendukung PSIM dari lemparan. Satu kendaraan Mobil Suzuki Katana milik Kopasus pecah Kaca di bagian depan di lempar batu oleh Pendukung PSIM. Pengemudi nya turun sambil mengeluarkan Pistol. Setelah terhambat di Jalan Slamet Riyadi, Pendukung PSIM berhasil keluar dari SOlO. Melewati komplek Kopassus Kandang Menjangan Kartosuro.Rombongan pendukung PSIM dicegat, dan dibelokkan masuk ke komplek Koppassus. Kaca-kaca bus Pendukung PSIM dirusak dengan popor senapan M-16, semua penumpang disuruh buka baju (padahal malam hari), tanda identitas (KTP atau SIM) ditahan, di bariskan dan dikamplengi, dipukuli, ditendang, bahkan ada yang diinjak-injak oleh Koppassus. Para Sopir BUS ASPADA disuruh turun, jongkok berjajar,..satu persatu tentara Kopasus menginjak tangannya dengan Sepatu Lars, ada juga yang ditendang dadanya. Gak cuma Kopasus yang jaga malam pada waktu itu, kopasus yang baru bangun tidur, masih memakai kaos dan celana pendek ikut masuk di BUS , ikut memukuli para Suporter PSIM. Didalam Bus para Suporter PSIM terlihat pasrah dengan tindak kekerasan para Kopasus. Yang Rambut Gondrong dan badan bertatoo jadi incaran untuk dihajar lebih dahulu. Mereka juga mencari Mahasiswa,..seorang pendukung PSIM yang juga Mahasiswa dihajar Kopasus sambil berkata : "Soeharto itu Presidenmu'... Sambil berbuat semena-mena, para militer mengeluarkan ucapan-ucapan kotor dan biadab,antara lain: "ayo makan batu saja" - " Biar cuma kopral saya bisa ngamplengi kamu". " wah ini gali,pakai tato" ucapan yang sering terdengar. Sementara itu Sri Sultan Hamengku Buwono ke X, yang ikut menyaksikan sepakbola, sudah pulang duluan. Kemudian menerima telpon tentang kasustersebut, dan balik kembali ke Kartosuro. Begitu Sri Sultan datang, komandan Koppasus merasa sungkan dan dilakukan perundingan. Akhirnya semua bus dilepaskan, kartu identitas dikembalikan. Bus-bus dengan penumpang lukaparah, sebagian pulang masuk Yogya jam 02.00 malam, dan ada satu bus yang baru pulang sampai Yogya jam 04.00 pagi. Mobil Polisi Pengawal Suporter PSIM penyok bagian pintunya ditendang Kopasus, dan ada kejadian Polisi yang mengawal Mulutnya dimasukin Pistol oleh Kopasus.

15 komentar:
lha fotone kok malah pas rusuh pss karo solo ki pie?
Pie Oslo Ompoll
pak tulungi pak #PSIMsepele
PSIM jembuttt !
PSIM jembuttt !
Mantapp matamuu gokkk suuu jingann
WISd OMPOLLLL saya tunggu away solooo broooo
WISd OMPOLLL SEPELE!
Ho'o
Oslo Oslo lonte kami masih tetap menang
Judi itu dosa goblok
Kontol Wisd kentu dereng
Pie
Pie pieee
Pie mas?
Posting Komentar