Jumat, 21 Maret 2014

"Pasoepati Gate B7, Membangkitkan Citra Positif Suporter"

"Pasoepati Gate B7, Membangkitkan
Citra Positif Suporter"



SOLO, MediaSepakbola.com- Peran suporter sepakbola sebagai pendukung sebuah klub
sepakbola memang acap kali mendapatkan stigma negative dari masyarakat. Hal tersebut
dikarenakan kelompok suporter terdiri dari puluhan bahkan ribuan orang yang memiliki
latar belakang berbeda-beda.
Dengan jumlah yang cukup besar, aktivitas suporter mau tidak mau memang bersinggungan juga dengan
kepentingan masyarakat.
Semisalnya ketika para suporter secara berbondong-bondong
menuju stadion untuk menyaksikan pertandingan sepakbola. Tentunya dalam hal
ini akan memunculkan konsentrasi massa yang
besar dibeberapa titik jalan raya, dan hal inilah yang dinilai cukup mengganggu pengguna jalan
raya yang lain.
Namun, rupanya hal ini cukup disadari oleh kelompok suporter Pasoepati yang tergabung dalam suku (komunitas) Gate B7. Entah dari
mana nama ini diambil, tapi yang jelas Gate B7 ini mencoba melakukan terobosan baru untuk mengikis stigma negative dari masyarakatcterhadap suporter.
Pasoepati Gate B7 memiliki visi untuk mengembalikan citra suporter khususnya
Pasoepati di mata masyarakat, tentunya dengan melakukan perubahan secara positif.
Seperti yang diungkapkan oleh April Triyanto,salah seorang anggota Pasoepati Gate B7. Dia
mengungkapkan, jika setiap anggota Pasoepati Gate B7 diharuskan sebisa mungkin mengikuti aturan yang ada.
Semisalnya aturan tertib lalu
lintas di jalan, dengan knalpot tidak ada yang dibedah, serta menghargai pengguna jalan
lainnya.
Gagasan ini sebenarnya berawal dari beberapa masukan dari masyarakat umum yang ditulis
dalam sebuah rubric suratkabar local Solo.Masyarakat menilai, Pasoepati dewasa inicmulai cenderung tidak tertib. Fakta ini terlihat dari beberapa kejadian yang ditemukan,beberapa anggota Pasoepati melanggar rambu lalulintas dan ugal-ugalan di jalan.
“ Ya selama ini memang terlihat seperti itu.Knalpot dibedah, tidak pakai helm, nyelonong
lampu merah. Makanya kita mau rubah itu semua, tentunya berawal dari diri kita sendiri. “
ungkap Andre Jaran, salah satu anggota Gate B7.
Selain itu, Jaran yang juga salah satu dari Dirigen Pasoepati ini menjelaskan, aksi ini juga
telah mendapatkan apresiasi dari pihak kepolisian. ” Kita memakai rompi dari polisi
bertuliskan ‘Pasoepati Mitra Polisi, Tertib Lalulintas Budaya Wong Solo’. Dan kita
berangkat dari satu titik, dengan sepeda motor komplit, tidak ada knalpot yang dibedah, serta
lampu merah juga berhenti” jelasnya.
Gerakan ini layak diacungi jempol, mengingat
diusia Pasoepati yang telah memasuki usia 13 tahun dan sempat beberapa kali predikat
suporter terbaik. Suporter merupakan bagian dari masyarakat, dan selayaknya juga banyak berperan positif dalam masyarakat.
salam oslok oslok
Yes-You

Tidak ada komentar: