Tiga Saran Walikota untuk
Persis Solo
SOLO, Sambernyawa.com – Bermain imbang dengan skor 2-2 menjadi hasil Persis Solo pada laga perdana
kompetisi Divisi Utama 2014, Selasa (15/4) malam di stadion Manahan.
Menjamu PPSM Sakti Magelang, Marcelo Cirelli dkk terlihat tampil grogi
dan tak bermain lepas.
Pelatih Persis Solo, Widyantoro mengakui bahwa hasil maksimal adalah menjadi target di laga perdana. Namun apa daya, menang tak kunjung didapat, keunggulan sementara 2-1 pun berhasil disamakan lewat sundulan pemain pengganti Mohammad Ardiansyah.
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo terlihat hadir dalam laga perdana Laskar Sambernyawa kemarin malam. Ditemui awak media saat jeda babak pertama, mantan Ketua Umum Persis Solo ini memberi tiga saran untuk kemajuan Persis.
“Beberapa waktu lalu sudah saya sarankan kepada manajemen dan panpel, bahwa Persis Solo harus mempunyai target dalam mengarungi kompetisi, yang ke-dua pengelolaan manajemen keuangan harus dibenahi, lalu yang ke-tiga suporter harus betul-betul memberikan dukungan penuh. Menang didukung, kalah pun juga harus didukung,” beber pria yang juga akrab disapa Rudy ini.
Lebih lanjut Rudy menekankan, suporter harus bisa menahan diri dari tindak anarkisme dan segala sesuatu yang nantinya akan merugikan Persis Solo sendiri.
“Artinya, suporter tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan yang nanti akan merugikan Persis. Seperti penyalaan kembang api, petasan bahkan tindakan anarkis. Semua itu jika dilakukan akan menyebabkan denda dan bisa merugikan keuangan Persis Solo,” lanjutnya.
Rudy mengklaim, jika tiga hal tersebut dipenuhi, maka dirinya bersedia kembali mengurus Laskar Sambernyawa. “Tiga hal tadi diperhatikan, saya mau ikut terlibat kembali yang penting manajemen keuangan dibenahi. Salah satunya, semua pemasukan dan pengeluaran harus melalui rekening,” paparnya lagi.
Masalah pendanaan memang menjadi hal yang sangat krusial bagi tim sepak bola Indonesia. Persis Solo yang selama ini mengandalkan sumber dana dari tiket masuk stadion dinilai Rudy tidak mungkin cukup jika hanya mengandalkan pemasukan dari penonton.
“Mestinya kita membangun kepercayaan terlebih dahulu setelah itu nanti baru kita melangkah. Dan kami juga sudah membangun komunikasi dengan beberapa teman, tampaknya pola pikirnya juga sama yaitu dengan membangun sistem bapak asuh bagi pemain Persis Solo. Bila antara pemain, manajemen dan penonton saling terkait dan semua di kelola dengan baik serta pemain punya semangat dan motivasi tinggi, maka kita optimis Persis Solo bisa berbicara banyak pada kompetisi musim ini,” jelas Rudy lagi.
Ditanya mengenai target Persis Solo untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, Rudy menanggapi: “Persis harus benar-benar dipersiapkan. Pemain juga harus mempunyai jiwa patriotisme. Seandainya gaji terlambat juga harus tetap bermain serius, tak perlu ogah-ogahan. Dengan materi pemain seperti ini akan kita lihat seiring bergulirnya kompetsii, karena materi pemain sangat berpengaruh. Jadi sambil jalan kita beri masukan kepada manajemen dan pelatih,” pungkasnya. (red)
Pelatih Persis Solo, Widyantoro mengakui bahwa hasil maksimal adalah menjadi target di laga perdana. Namun apa daya, menang tak kunjung didapat, keunggulan sementara 2-1 pun berhasil disamakan lewat sundulan pemain pengganti Mohammad Ardiansyah.
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo terlihat hadir dalam laga perdana Laskar Sambernyawa kemarin malam. Ditemui awak media saat jeda babak pertama, mantan Ketua Umum Persis Solo ini memberi tiga saran untuk kemajuan Persis.
“Beberapa waktu lalu sudah saya sarankan kepada manajemen dan panpel, bahwa Persis Solo harus mempunyai target dalam mengarungi kompetisi, yang ke-dua pengelolaan manajemen keuangan harus dibenahi, lalu yang ke-tiga suporter harus betul-betul memberikan dukungan penuh. Menang didukung, kalah pun juga harus didukung,” beber pria yang juga akrab disapa Rudy ini.
Lebih lanjut Rudy menekankan, suporter harus bisa menahan diri dari tindak anarkisme dan segala sesuatu yang nantinya akan merugikan Persis Solo sendiri.
“Artinya, suporter tidak perlu melakukan kegiatan-kegiatan yang nanti akan merugikan Persis. Seperti penyalaan kembang api, petasan bahkan tindakan anarkis. Semua itu jika dilakukan akan menyebabkan denda dan bisa merugikan keuangan Persis Solo,” lanjutnya.
Rudy mengklaim, jika tiga hal tersebut dipenuhi, maka dirinya bersedia kembali mengurus Laskar Sambernyawa. “Tiga hal tadi diperhatikan, saya mau ikut terlibat kembali yang penting manajemen keuangan dibenahi. Salah satunya, semua pemasukan dan pengeluaran harus melalui rekening,” paparnya lagi.
Masalah pendanaan memang menjadi hal yang sangat krusial bagi tim sepak bola Indonesia. Persis Solo yang selama ini mengandalkan sumber dana dari tiket masuk stadion dinilai Rudy tidak mungkin cukup jika hanya mengandalkan pemasukan dari penonton.
“Mestinya kita membangun kepercayaan terlebih dahulu setelah itu nanti baru kita melangkah. Dan kami juga sudah membangun komunikasi dengan beberapa teman, tampaknya pola pikirnya juga sama yaitu dengan membangun sistem bapak asuh bagi pemain Persis Solo. Bila antara pemain, manajemen dan penonton saling terkait dan semua di kelola dengan baik serta pemain punya semangat dan motivasi tinggi, maka kita optimis Persis Solo bisa berbicara banyak pada kompetisi musim ini,” jelas Rudy lagi.
Ditanya mengenai target Persis Solo untuk lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, Rudy menanggapi: “Persis harus benar-benar dipersiapkan. Pemain juga harus mempunyai jiwa patriotisme. Seandainya gaji terlambat juga harus tetap bermain serius, tak perlu ogah-ogahan. Dengan materi pemain seperti ini akan kita lihat seiring bergulirnya kompetsii, karena materi pemain sangat berpengaruh. Jadi sambil jalan kita beri masukan kepada manajemen dan pelatih,” pungkasnya. (red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar