Suporter Indonesia Belajarlah
dari Pasoepati!
Kematian suporter Bonek di tangan Aremania, tewasnya supporter PSPS dalam derbi supporter di Pelanbaru dan terakhir aksi anarkis suporter timnas yang menyerang suporter Arab Saudi
semakin mencoreng wajah buruk supporter Indonesia. Apalagi tindakan
tidak terpuji suporter timnas yang menyerang supporter Arab Saudi
ditayangkan secara luas di hampir semua stasiun televisi Arab Saudi
termasuk stasiun televisi khusus olahraga yang memiliki jaringan luas
Ar-Riyadiyah.
Aksi tersebut tentu telah mencoreng diplomasi pemerintah Indonesia
yang saat ini sedang giat membangun image positif di hadapan pemerintah
Arab Saudi. Seperti kita ketahui, ada banyak TKW yang terancam hukuman
pancung di Arab Saudi dan nasibnya sangat tergantung pada hasil
diplomasi pemerintah Indonesia. Saat ini pemerintah Indonesia sedang
mengusahakan upaya minta maaf dari keluarga korban agar mau member maaf
pada para TKW yang terancam hukuman tersebut. Oleh karenanya, adanya
berita negatif yang ditunjukkan oleh suporter Indonesia terhadap
suporter Arab Saudi tentu merugikan upaya diplomasi tersebut.
Seperti
kita ketahui banyak yang menyesalkan dan mengutuk aksi pelemparan yang
dilakukan oleh supporter Indonesia kepada supporter Arab Saudi. Demikian
juga di Arab Saudi, salah seorang komentator Arab Saudi juga
menyesalkan aksi pelemparan tersebut karena menunjukkan tindakan
pelecehan dan tidak RESPECT terhadap suporter Arab Saudi yang datang
jauh-jauh untuk mendukung tim negaranya. Komentator tersebut juga
meminta kepada suporter Arab Saudi agar tidak melakukan tindakan
balasan.
Mari Belajar Dari Pasoepati
Pasukan Suporter Paling Sejati atau yang lebih populer dengan sebutan PASOEPATI adalah salah satu supporter di Indonesia yang selalu membuat saya bangga. Aksi dukungannya yang selalu atraktif dan melahirkan ide-ide kreatif yang selalu memberi inspirasi supporter lain. Dalam aksi dukungannya PASOEPATI selalu mengusung slogan “Menyebarkan Virus Damai Untuk Suporter Indonesia”. Slogan yang sangat pas dan merupakan potret dari kondisi suporter Indonesia yang sedang tercoreng. PASOEPATI sedang tumbuh dan berkembang menuju suporter berkelas. Sikap cinta
damai PASOEPATI juga ditunjukkan pada dukungannya terhadap PERSIS Solo
baik PERSIS Solo yang bermain di bawah naungan PT. Liga Indonesia maupun
PERSIS Solo yang bernaung di bawah bendera
PT LPIS. Bagi PASOEPATI selama kedua PERSIS membawa nama baik kota Solo
maka mereka akan tetap memberikan dukungannya. Pasoepati selalu mampu
mempertahankan keutuhan suporternya dan tidak terpengaruh adanya dualisme PERSIS Solo.
Seperti kita ketahui, banyak catatan sejarah manis yang telah ditorehkan oleh kota Solo dan salah satunya adalah lahirnya PASOEPATI. Mantan walikota Solo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur DKI, Joko Widodo (JOKOWI) dalam sebuah sambutan ultah PASOEPATI pernah mengatakan, PASOEPATI adalah suporter yang santun dan cinta damai. “PASOEPATI adalah suporter terbaik dan juga ramah, cinta damai dan berjiwa kemanusiaan. Jadi, kami bangga dengan PASOEPATI,” ungkap Jokowi dalam sambutannya tersebut.
Pujian
sebagai suporter terbaik juga pernah dilontarkan oleh para pelatih
PERSIS Solo seperti Branco Babic dan para pemain asingnya seperti
Fernando soler dan Javier Rocha. Mantan pelatih PERSEMA, Timo Scheuneman
yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pembinaan SSB Chelsea juga
pernah melontarkan pujiannya pada PASOEPATI. Timo mengatakan bahwa
PASOEPATI adalah suporter yang sportif, simpatik dan layak menjadi
suporter terbaik.
Saya
yakin kita semua sependapat dengan Timo bahwa PASOEPATI adalah contoh
suporter yang memiliki militansi dan loyalitas yang tinggi, namun tetap
menjunjung logika sportifitas, fair play dan RESPECT. Semoga “VIRUS
DAMAI” PASOEPATI bisa menyebar luas ke seluruh suporter Indonesia.
Dengan demikian kita tidak akan lagi mendengar atau membaca berita
tentang “SUPORTER TEWAS KARENA TAWURAN ANTAR SUPORTER” atau “SEPAKBOLA
RUSUH KARENA ULAH SUPORTER”.
Mari kita belajar dari Pasoepati untuk menjadi supporter yang baik, santun, kreatif, atraktif dan senantiasa turut serta dalam “Menyebarkan
Virus Damai Untuk Seluruh Suporter Indonesia”. Mari kita lanjutkan
perjuangan untuk menjadikan sepakbola, perdamaian dan kemanusian menjadi
bagian yang tak terpisahkan